RSS

Fakta di Balik Klaim Sesat Produk Suplemen

07 Jan

“Kesehatan itu mahal harganya.”

Kalimat ini semakin diamini oleh segenap lapisan masyarakat di zaman sekarang ini. Bagaimana tidak? Anda bisa saja punya uang milyaran rupiah, namun bila anda tidak dalam keadaan sehat bisakah anda menikmati kekayaan anda tersebut?

Kesadaran masyarakat yang meningkat ini berdampak pada tumbuh pesatnya industri kesehatan sekunder. Industri kesehatan semacam ini menawarkan berbagai macam produk mulai dari produk relaksasi, produk penyaring air, produk pembersih udara dan juga produk-produk suplemen. Di antara industri-industri tersebut yang paling diiklankan secara gencar adalah produk suplemen.

Tak ada hari tanpa kita melihat iklan televisi maupun media cetak menayangkan produk suplemen ini. Beberapa memang merupakan khasiat yang sudah diakui dunia medis, seperti minyak ikan Cod yang membantu pertumbuhan dan vitamin C yang membantu menjaga imunitas tubuh.

Namun tak jarang pula beberapa suplemen diiklankan dengan sangat berlebihan dengan fakta medis yang sangat lemah, seperti suplemen kalsium yang bisa menyembuhkan kanker, cairan imun yang diteteskan di balik lidah yang bisa mengobati Hepatitis B, maupun sirup ekstrak tumbuhan yang bisa mengobati penyakit ini dan itu. Biasanya golongan kedua ini tidak menggunakan televisi ataupun media cetak sebagai media promosi mereka, mereka lebih memilih promosi mulut ke mulut demi mengurangi kemungkinan tuntutan yang mungkin terjadi.

Kita tentunya harus waspada pada golongan kedua ini. Bila kita termakan janji-janji akan “keajaiban” suplemen ini bisa saja bukannya tambah sehat malah akan berdampak buruk bagi kantong dan kesehatan kita.

Berikut ini akan penulis berikan rambu-rambu mengkonsumsi konsumen ini:

a. Suplemen adalah sesuatu yang sebenarnya terdapat dalam makanan kita

= Suplemen sebenarnya adalah sesuatu yang terkandung dalam makanan kita, anda dapat menemukan vitamin C dalam jus jeruk segar, anda juga dapat menemukan serat sehat dalam sayur-sayuran anda, zat besi terdapat dalam sayuran dan hati ayam maupun sapi. Suplemen sebenarnya adalah suatu cara darurat untuk mengatasi kemungkinan pola makan anda yang kurang seimbang.

Bila anda bisa mencukupi kebutuhan nutrisi anda dari makanan sehari-hari anda maka sesungguhnya suplemen ini tidak diperlukan

b. Terdaftar di BPOM dan FDA

= Seringkali ini merupakan senjata utama iklan produk-produk suplemen ini. Mari kita cermati kepanjangan dari masing-masing lembaga berikut. BPOM = Badan Pengawas Obat dan Makanan, FDA = Food and Drug Administration. Lembaga-lembaga ini akan memberikan ijin asal produk mereka aman dikonsumsi. Jelaslah sudah suplemen ini digolongkan sebagai “makanan”, maka sebenarnya klaim untuk menyembuhkan penyakit-penyakit tidak bisa diterima.

c. Suplemen yang baik mempunyai penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan

= Suplemen yang baik pasti telah melalui serangkaian penelitian dengan metodologi yang baik sebelum dilepaskan ke pasaran. Suplemen kelas “abal-abal” biasanya hanya menyertakan testimoni dari pengguna produk mereka (yang kadang juga merupakan member penjual suplemen tersebut). Kadang mereka mencantumkan penelitian yang mengklaim khasiat suplemen mereka, namun penelitian ini ternyata tidak terdaftar di jurnal-jurnal terpercaya semacam NEJM (New York Journal of Medicine), AMJMED, dsb. Klaim penelitian mereka hanya dipublish di media-media di mana semua orang bisa mengungkapkan pendapat mereka seperti wordpress maupun website produk mereka sendiri.

Bukankah bila produk mereka benar-benar bisa menyembuhkan penyakit-penyakit yang selama ini masih merupakan momok di dunia medis mereka akan mendapatkan perhatian khusus dan bahkan mungkin hadiah Nobel? Mengapa kita sulit sekali menemukan jurnal medisnya? Kita patut curiga!!!

Note : Anda sebaiknya tidak mempercayai begitu saja sebuah testimoni, apalagi testimoni dari seseorang yang mendapatkan keuntungan dari testimony tersebut.

Anda bisa mengecek keabsahan klaim mereka di web-web medis seperti http://content.nejm.org/ ataupun www.freemedicaljournals.com bila anda merasa bahasa yang digunakan dalam web tersebut terlalu rumit, anda bisa mencari di Wikipedia. Jangan menggunakan google karena klaim yang masuk google tidak disaring sehingga siapapun bisa memposting pendapatnya, walaupun tanpa dasar medis yang memadai.

d. Berhati-hatilah pada suplemen yang tidak berani mengiklankan produknya di media massa

= Dengan memasukkan iklan anda ke media massa, berarti produk anda akan diawasi oleh Depkominfo, YLKI, dan kalangan medis dan professional. Produsen suplemen “abal-abal” seringkali menghindari iklan di media massa ini, mereka lebih memilih promosi dari mulut ke mulut ataupun melalui website atau brosur.

e. Tidak semua orang aman mengkonsumsi suplemen

= Suplemen yang mendapat registrasi dari BPOM dan FDA tentu saja aman dikonsumsi orang sehat. Namun terdapat beberapa penyakit tertentu seperti penyakit ginjal, kanker, dsb yang mempunyai banyak sekali pantangan. Bahkan pisang pun dapat membunuh seorang penderita penyakit ginjal yang sudah parah. Jadi ada baiknya sebelum mengkonsumsi suplemen anda berkonsultasi dengan dokter anda.

Semoga bermanfaat

Sumber : http://www.medicalera.com/index.php?…tml&Itemid=314

Beberapa web resmi yang juga mengingatkan bahayanya HOAX kesehatan ini
http://www.fda.gov/ForConsumers/Prot…ud/default.htm
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/healthfraud.html
http://www.fda.gov/Drugs/EmergencyPr…/ucm137284.htm

UPDATE:

Tambahan dari temen Kaskuser yang lain

Originally Posted by medicalsherry View Post
ada artikel menarik dari Media Aesculapius UI Juli-Agustus 2010 nih..baca di kampus 

Waspada Buaian Iklan Suplemen Makanan
Dengan mengkonsumsi produk “X”, tubuh Anda akan terasa lebih bugar, daya tahan tubuh meningkat sehingga tahan terhadap berbagai penyakit.

Laurentius Johan
Mahasiswa Tingkat II FKUI

Tagline iklan suplemen makanan di atas semakin marak saja akhir-akhir ini. Benarkah suplemen makanan dapat memberikan efek sehebat itu? tentu saja tidak. Alih-alih lebih sehat, beberapa suplemen makanan justru dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Namun, bagi masyarakat, iklan dengan padu padan warna yang apik, artic cantik dan janji menarik mengaburkan semuanya.

Tak ayal, membelanjakan uang untuk membeli suplemen telah menjadi tren di kalangan masyarakat urban. Survei Ekonomi Nasional (Susenas) 1999 menunjukkan sebanyak 0,3 persen penghasilan penduduk perkotaan disisihkan untuk belanja kebutuhan tersebut. Para konsumen itu rata-rata berusia produktif, dengan rentang usia 21-40 tahun.

Adapun yang dimaksud dengan suplemen makanan menurut SK BPOM No. HK. 00.05.23.3644 tahun 2004 tentang Ketentuan Pokkok Pengawasan Suplemen Makanan ialah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi makanan, mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino, atau bahan lain (berasal dari tumbuhan atau bukan tumbuhan) yang mempunyai nilai gizi atau efek fisiologis dalam jumlah yang terkonsentrasi. Permenks No. 329/MenKes/Per/XII/76 juga ikut menegaskan bahwa suplemen makanan adalah makanan sebagai barang untuk dimakan dan diminum, bukan obat.

Kedua peraturan terseut jelas menempatkan suplemen makanan sebagai penyuplai kekurangan zat gizi dalam tubuh tanpa menggantikannya secara utuh. Adapun kekurangan zat gizi memang perlu diperbaiki untuk menjamin vitalitas dan produktivitas tubuh.

Sayangnya, fungsi suplemen yang sebenarnya baik tersebut dikaburkan oleh iklan yang bombastis. Bukannya ditampilkan sebagai pelengkap kebutuhan gizi, suplemen justru diserukan sebagai zat penyehat ajaib. Padahal, klaim seperti itu sangat bertentangan dengan ketetapan Dietary Supplement Health Education Act DSHEA 1994. Dalam klausul tersebut, industri makanan hanya dibenarkan untuk membuat function claim atau health claim, misalnya memperbaiki kesehatan,menyegarkan tubuh, atau menggantikan zat dalam makanan, bukan menyembuhkan apalagi mencegah berbagai penyakit.

Para pengembang suplemen sadar betul bahwa iklan semacam itu dapat membuai dan mendorong masyarakat untuk berprilaku konsumtif. Iklan pun lantas dijadikan sebagai modalitas utama untuk memasarkan aneka suplemen makanan. Dalam hal ini, pihak produsen tak dapat digugat karena keuntungan komersial memang menjadi target utama mereka. Bila demikian, konsumenlah yang harus dicerdaskan dalam memilah suplemen yang dibutuhkan. Sebagai community leader, sudah sepantasnya dokter terlibat dalam masalah ini.

Ketika seorang pasien atau kerabat datang mempertanyakan daya guna suatu suplemen, dokter harus mengidentifikasi dengan jelas alasan penggunaannya, tidak boleh hanya sekadar mengikuti tren. Selain itu, kandungan gizi dari produk yang dikonsumsi juga perlu dipahami untuk mencegah timbulnya reaksi yang tidak diinginkan.

Sebagai makanan tambahan atau pelengkap, suplemen makanan juga harus dikonsumsi pada saat yang tepat sesuai kondisi tubuh saat itu. Bila tubuh berada dalam kondisi yang tidak seimbang, suplemen makanan dalam dosis tertentu memang diperlukan. Ketika homeostasis sudah tercapai suplemen makanan jelas tidak diperlukan lagi. Bila konsumsi diteruskan, kelebihan zat gizi justru akan bersifat toksik bagi tubuh. Menurut Food and Drug Administration Amerika Serikat 2003, terdapat hampir 62 ribu laporan kasus keracunan suplemen makanan dengan seribu diantaranya cukup parah dan tujuh orang meninggal. Lebih lanjut, suplemen makanan yang digunakan sebaiknya mengandung satu macam zat gizi saja agar mudah dideteksi bila terjadi efek samping yang membahayakan tubuh.

Pada intinya, dokter harus selalu mengingatkan bahwa suplemen makanan bukan satu-satunya cara untuk menjaga kondisi tubuh. Daripada menghabiskan uang untuk membeli suplemen makanan yang masih dipertanyakan khasiatnya, lebih baik mencukupi keseimbangan zat gizi dalam asupan makanan sehari-hari, olahraga yang cukup dan tak lupa beristirahat. Satu hal yang pasti, jangan mudah terkecoh iklan!
klo penting masukin depan dong

ttd

yantyagustina
.
.
Originally Posted by mikefusey View Post
Berikut adalah klaim manfaat multivitamin yang diperbolehkan dan yang dilarang dalam iklan, sesuai surat Badan POM RI, No. KS. 01.04.4.41.010 tertanggal 5 Januari 2007, kepada Ketua Badan Pengawas Periklanan. 

Klaim klaim dalam periklanan multivitamin

Klaim yang diperbolehkan:
– Klaim yang disetujui dalam pendaftaran produk
– Sebagai suplementasi vitamin
– Antioksidan dengan kadar yang sesuai
– Memelihara kesehatan kulit
– Mencegah gangguan karena defisiensi vitamin
– Membantu metabolisme tubuh
– Membantu memelihara daya tahan tubuh
– Membantu pertumbuhan tulang yang sehat dan kuat
– Menjaga kesehatan dan kesegaran kulit

Klaim yang tidak diperbolehkan:
– Membantu metabolisme menghasilkan energi dan tenaga
– Untuk pertumbuhan tinggi badan dan meningkatkan nafsu makan
– Untuk awet muda, kecantikan dan peremajaan kulit
– Untuk kecerdasan anak
– Untuk mencegah sakit yang penyebabnya bukan defisiensi vitamin
– Menimbulkan kebugaran dan mengatasi capek
– Untuk konsentrasi
– Untuk mengatasi stress
– Memberi perlindungan dari gejala flu
– Meningkatkan vitalitas
– Untuk performa mental optimum
– Untuk mencegah penuaan dini
– Meningkatkan kemampuan sex

Untuk mencegah dampak negatif dari pemakaian yang tidak tepat dosis, produk suplemen makanan termasuk multivitamin berkewajiban mencantumkan “Baca Aturan Pakai”, untuk iklan di media televisi, media radio dan media cetak serta media luar ruang.

Semoga bermanfaat.

 
1 Comment

Posted by on 7 January 2011 in Info Sehat

 

One response to “Fakta di Balik Klaim Sesat Produk Suplemen

  1. Dannis

    22 October 2011 at 01:16

    apakah virgin coconut oil merupakan Suplemen?
    bagaimana pendapat anda tentang Virgin coconut oil (produk di mancanegara dan indonesia) terkait suplemen tersebut?
    Terima kasih…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: